Indonesia merupakan negara ketuhanan, tertuang dalam dasar negara Pancasila sila pertama. Sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, setiap warga negara wajib memiliki suatu kepercayaan yang tertulis jelas dalam tiap Kartu Tanda Penduduk. Namun bukan rahasia, bahkan dipelajari dalam ilmu sejarah di sekolah-sekolah bahwa Indonesia sebelum masuknya agama merupakan negara dengan kepercayaan animisme. Nenek moyang bangsa Indonesia menyembah berbagai hal, mulai dari arwah nenek moyang, pohon, batu dan lain-lain selayaknya kepercayaan animisme.
Sejak zaman pra-sejarah Indonesia mengenal berbagai macam ilmu hitam. Ilmu hitam merupakan suatu praktik kejahatan menggunakan sihir atau hal gaib. Ilmu hitam masih dapat ditemukan hingga saat ini. Meski beberapa golongan mendiskreditkan ilmu ini, namun faktanya banyak hal-hal yang diluar batas kenormalan (anomali) yang tidak mampu dijelaskan secara saintifik bahkan oleh ahli masih terjadi pada zaman modern ini. Hal-hal demikian kerap dikaitkan dengan ilmu hitam.
Santet
Santet merupakan salah satu praktek dari ilmu hitam yang masih diakui keberadaanya di Indonesia. Menurut Wikipedia, Santet adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Santet biasanya berupa kiriman benda-benda ke dalam tubuh korban untuk memberikan rasa sakit, penderitaan sampai kematian. Santet mirip dengan voodoo, suatu praktik ilmu hitam yang berasal dari Afrika dimana seseorang dapat menyakiti, mencelakai atau mencabut nyawa seseorang dengan media boneka.
Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat familiar dengan praktek ini. Pada beberapa daerah di Indonesia, praktek santet bahkan merupakan hal biasa dan tidak menghebohkan. Saat seseorang berselisih dengan orang lain kemudian salah satunya mendapat kesialan, celaka, sakit atau mati, hal sedemikian kerap dikaitkan dengan santet di Indonesia.
Beberapa kasus yang sempat viral di Indonesia dianggap sebagai santet, seperti mucul kawat dari perut, kerap memuntahkan paku, adanya potongan silet yang keluar dari anus, manusia bertelur. Sebagian dari kasus tersebut terbukti bukan santet melainkan Pica yaitu kelainan memakan benda yang bukan makanan. Sebagian lagi hilang tanpa penjelasan, menyebabkan masyarakat tetap terbagi dua dalam hal santet: percaya dan tidak percaya.
Dukun
Dukun atau yang dikenal sebagai orang pintar di Indonesia adalah orang-orang yang memiliki kelebihan dalam hal supranatural atau gaib. Di Indonesia, dukun sudah dikenal sejak lama, sebelum agama masuk. Masyarakat mengenal berbagai macam dukun, ada dukun beranak, dukun patah, dukun sunat dan lain-lain. Mereka ini orang-orang yang dipercaya sebagian masyarakat mampu membantu permasalahan yang spesifik sesuai keahlian sang dukun. Merujuk hal tersebut, kebanyakan dukun yang dikenal merupakan praktisi ilmu putih, karena kemampuan mereka untuk hal kebaikan. Namun tak jarang didapati di masyarakat seorang dukun adalah praktisi kedua ilmu gaib, baik ilmu putih maupun ilmu hitam. Saat orang butuh kesembuhan, dia mengaku bisa membantu, namun saat seseorang ingin menyantet, dia ladeni juga.
Saat ini di Indonesia sudah dibentuk suatu organisasi Dukun yang dinamai Perdanu (Persatuan Dukun Nusantara). Mereka mengaku ingin menggeser kembali posisi sosial profesi dukun di mata masyarakat yang dianggap tidak baik, bertentangan dengan agama dan hal negatif lain menjadi suatu profesi yang dapat membantu kehidupan masyarakat seperti zaman dulu. Hal ini mereka lakukan dengan pendekatan pengobatan dan terapi yang juga melibatkan beberapa tokoh agama dan ahli ilmu spiritual.
Persalinan
Persalinan merupakan proses pengeluaran janin atau bayi dalam kandungan. Ada berbagai macam persalinan mulai dari persalinan alami, persalinan yang dibantu alat seperti alat vakum, persalinan melalui operasi caesar, persalinan dalam air dan lain-lain. Masyarakat zaman dulu mempercayakan proses persalinan kepada dukun beranak. Bagi mereka saat itu, dukun beranak adalah satu-satunya pilihan dalam memperoleh bantuan untuk proses persalinan. Tidak sedikit dari generasi tua dan dewasa saat ini dilahirkan dengan bantuan dukun beranak. Pada beberapa orang proses persalinan dapat berjalan dengan lancar, namun bagi sebagian lagi, persalinan bisa menjadi sangat sulit bahkan ada yang sampai menyebabkan kematian.
Saat ini di masyarakat sudah lebih mengenal bidan atau dokter kandungan dalam urusan persalinan. Namun, di beberapa daerah yang masih terpencil, masyarakat masih lebih mengandalkan jasa para dukun beranak. Beberapa faktor penyebabnya adalah lokasi para tenaga medis yang masih sulit dijangkau, transportasi masyarakat yang tidak mendukung, jumlah mereka yang terbatas di daerah terpencil serta biaya.
Santet untuk Kesejahteraan Ibu dan Anak
Menilik pemaparan di atas, maka Penulis memiliki kesimpulan:
1. Santet merupakan suatu aksi dan fungsi layaknya Modem (Modulator Demodulator) yang merubah sinyal digital menjadi sinyal analog vice versa.
2. Janin atau bayi merupakan suatu makhluk hidup (manusia) dengan ukuran yang masih kecil
3. Proses persalinan memiliki resiko kematian hingga zaman sekarang
4. Eksistensi para dukun di tengah masyarakat masih diterima sampai sekarang.
5. Banyaknya faktor penghambat bagi masyarakat daerah terpencil dalam menggunakan jasa tenaga medis untuk persalinan.
Menimbang beberapa kesimpulan di atas, Penulis memiliki suatu pemikiran untuk menggunakan santet dalam proses persalinan. Hal tersebut Penulis anggap dapat menjadikan proses persalinan yang aman dan nyaman baik bagi sang ibu maupun bagi si bayi. Dengan menjadikan si Ibu sebagai target santet, bayi atau janin sebagai media kiriman, maka santet yang berperan sebagai modem harusnya mampu mengubah si bayi menjadi sinyal digital, mengirimnya keluar dari kandungan si ibu, kemudian mengubahnya kembali menjadi informasi fisik di luar kandungan.
Dengan hal ini maka beberapa keuntungan bisa didapat, diantaranya: persalinan yang nyaman, aman dan tidak menyakitkan bagi si ibu, proses yang tidak terlalu butuh perjuangan juga bagi si bayi, keberadaan dukun yang masih mudah dijangkau oleh masyarakat, khusunya di daerah terpencil serta biaya persalinan yang lebih murah. Meski demikian hal ini masih harus menjadi bahan penelitian lanjutan karena banyak hal lain yang harus dipertimbangkan, misalnya: apakah ukuran janin bisa menjadi media kirim dalam santet, apakah santet bisa berlaku timbal balik dari mengirim benda ke dalam tubuh menjadi mengeluarkan benda dari dalam tubuh, apakah bisa bekerja pada customer yang tidak percaya hal mistis dan sebagainya.
Demikianlah hasil pemikiran Penulis yang coba Penulis uraikan. Sebagai sebuah karya tulis, Penulis menilai ini adalah karya tulis yang ngawur. Sehingga Penulis sangat melarang pihak manapun untuk mengutip karya tulis ini untuk dijadikan referensi yang formal, namun untuk bahan non-formal boleh-boleh saja. Karya tulis ini hanya menggunakan sumber dari pengetahuan Penulis yang terbatas dengan sedikit bantuan dari wikipedia, sehingga memang tidak cocok dijadikan referensi formal.
Penulis sangat berterima kasih kepada Wikipedia sebagai sumber referensi. Penulis juga sangat berterima kasih kepada pembaca yang rela membuang waktu untuk membaca karya tulis ngawur ini. Ini adalah buah Pemikiran penulis sejak tahun 2009 saat Penulis mahasiswa tahun pertama.
Cukup sekian dan terima gaji.